Setelah presiden mengumumkan perpindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur, Bupati Tabalong berniat mempersiapkan sumber daya alam dan sumber daya manusia guna memaksimalkan pembangunan daerah. Hal itu didasari oleh posisi strategis Tabalong, yang menjadi pusat perlintasan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menuju ibu kota baru.