Temukan Habitat Orang Utan, KPH Tabalong Ajak Masyarakat Lindungi Primata Endemik

Tabalong – Akhir juni lalu, media sosial tabalong diramaikan dengan video ditemukannya seekor orang utan di wilayah danau undan, desa talan, kecamatan banua lawas. Video pertama kali di upload ke salah satu media sosial, oleh tiga orang pecinta alam yang tergabung dalam komunitas rumah kedua adventure.

Menanggapi hal tersebut, Kelompok Pengelola Hutan Tabalong, bergerak melakukan survei ke lokasi penemunan orang utan. KPH Tabalong didampingi Staf Research Banua Anam BKSDA, tokoh masyarakat desa setempat, dan tiga orang pembuat video di media sosial, melakukan survei sebanyak dua kali, yaitu pada 25 dan 27 juni 2020. Dari hasil survey ditemukan 10 sarang orang utan, dengan 6 sarang yang masih aktif atau ditempati.

Kasi Perlindungan Hutan KPH Tabalong, Zainal Abidin, memaparkan dengan ditemukannya banyak sarang maka kemungkinan terdapat lebih dari satu ekor orang utan. Hal ini juga selaras dengan penjelasan masyarakat sekitar yang menemukan orang utan dengan berbagai ukuran, ketika beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.

“Kemungkinan lebih dari satu soalnya ketika kita tanyakan beberapa masyarakat yang sering melihat beraktivitas di sekitar danau undan tersebut ada yang menemukan yang besar, kemudian ada yang lebih kecil, kemudian ada anaknya. Kalo warga menemukan sendiri adalah warga desa talan, mereka kebetulan mata pencaharian mereka disana adalah mencari ikan, kemudian berkebun disana jadi memang ada yang pas mencari ikan di pinggir sungai jadi ketemu dengan orang utan tersebut, kemudian ada juga yang berkebun nah waktu berkebun waktu itu ketemu dengan arah ke kebun mereka ada ketemu dengan orang utan tersebut.” Kata Zainal Abidin

Kepala KPH Tabalong, Heriyadi, mengatakan orang utan merupakan salah satu plasma nuftah, atau kekayaan alam yang sangat berharga, dan sudah langka. Ia berharap dukungan masyarakat sekitar, untuk turut melindungi habitat orang utan tersebut.

“Dengan ditemukannya itu kita tentu saja akan berusaha untuk melindungi karena orang utan itu menjadi kekayaan plasma nuftah juga salah satunya yang harus kita lindungi karena sudah langka. Dan kami harap yang paling penting masyarakat sekitar mendukung, jangan mengganggu habitat orang utan disana.” Kata Heriyadi

Berdasarkan literasi, terdapat tiga spesies orang utan, yaitu Orang Utan Sumatera dengan nama latin Pongo Abelii dan Pongo Tapanuliensis, serta Orang Utan Kalimantan dengan nama latin Pongo Pygmaeus. Di kalimantan, orang utan biasanya ditemukan di kalimantan tengah dan timur, sehingga keberadaan orang utan di kalimantan selatan terbilang langka. (Alfi)

Next Post

Lindungi Habitat Orang Utan, KPH Tabalong Bakal Bentuk Kawasan Ekosistem Essensial

Sel Jul 7 , 2020
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Tabalong – Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten Tabalong berencana menjadikan lokasi habitat orang utan, di Kecamatan Banua Lawas, sebagai  kawasan ekosisten esensial. Dengan begitu kee dapat dikelola berdasarkan prinsipprinsip kawasan hutan konservasi. Kepala KPH Tabalong, Heriyadi menjelaskan, upaya […]
error: