Temui Bupati Tabalong, Warga RT 13 & 12 Minta Bantuan Terkait Kejelasan Fasum

MURUNG PUDAK – Warga RT 13 dan 12 Komplek Permata Kelurahan Pembataan menggelar pertemuan dengan Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani di wisma tamu bersinar pembataan. Selasa (19/01).

Pertemuan ini difasilitasi DISPERKIMTAN Tabalong, serta dihadiri Lurah Pembataan, dan Camat Murung Pudak, untuk membicarakan permasalahan terkait fasilitas umum, yang berada di RT 13 dan 12 Komplek Permata.

Warga setempat menginginkan adanya kejelasan seperti perjanjian atau semacamnya yang legal hukum, antara developer dengan warga, bahwa fasum tersebut sudah dihibahkan ke warga. Fasum yang dimaksud berupa lapangan bulu tangkis, posyandu, bank sampah, dan balai baca.

Ketua RT 13, Adrian Adi mengatakan, Fasum tersebut untuk kepentingan bersama, bahkan tidak hanya untuk RT 13 dan 12, warga RT 8 pun dapat memanfaatkannya.

Kita meminta untuk developer supaya fasum itu kita miliki dan kita sama-sama kerjasama kita disitu pak. Nah untuk itu karena ini masih ada kesulitan hambatan antara pengembang lawan kita ini juga gimana caranya kita menelusuri dari keluruhan maupun camat kan supaya gimana kerjasamanya untuk meetingkan ini, untuk di 3 RT ini pak, karena fasilitas itu untuk 3 RT bukan kita pribadi, kita kebersamaan karena kepentingan anak-anak disitu, kepentingan orang bersama, kan itu yang kita harapkan.” Ungkapnya.

Anang Syakhfiani yang hadir dalam kegiatan ini mengarahkan pihak terkait untuk segera menyelesaikan permasalahan, karena selain banyaknya jumlah fasum, komplek tersebut juga menjadi perwakilan Tabalong sebagai kampung lalu lintas.

Lurah Pembataan Muhamad Rijani berencana kembali menggelar pertemuan antar warga dan developer, agar lebih transparan.

“Kami rencana untuk kesepakatan ini antara RT 13 dengan RT 12 akan kami pertemukan mungkin nanti…menunggu waktu kapan kesiapan dari kedua belah pihak RT tadi, dan kami juga mengundang pihak pengembang supaya fasum yang dibicarakan permasalahan fasum ini akan kita lebih transparan lah.” Ujarnya.

Muhamad Rijani juga menjelaskan, Untuk Fasum Yang Berada Di Komplek Permata Tersebut Dibangun Oleh Warga Bersama – sama secara swadaya, dan dana CSR dari perusahaan, sehingga antara warga di kedua RT tidak ada permasalahan yang signifikan. (Alfi Syahrin)

Next Post

Dinilai Kreatif & Inovatif, Komisi II DPRD Harapkan BPPRD Lebih Memperhatikan Penarikan Pajak Tak Bebankan Masyarakat

Kam Jan 21 , 2021
MABU’UN – Komisi II DRPD Tabalong menggelar rapat bersama Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) terkait evaluasi kinerjanya di tahun 2020. Yang  digelar di gedung Graha Sakata. Rabu (13/01). Dalam kesempatan ini BPPRD menyampaikan realisasi Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari retribusi yang mencapai 83,12%. BPPRD pun mneyampaikan kurang […]