Supply Oksigen Terbatas, Ini Kata Pembudidaya Ikan…

TABALONG – Meningkatnya permintaan oksigen untuk menangani pasien covid-19 di Tabalong membuat pembudidaya ikan kesulitan mendapat oksigen. Hal ini berakibat pada terhambatnya penjualan benih ikan, ke berbagai daerah.

Tak sedikit pembudidaya benih ikan di Tabalong mengalami kerugian, karena benih yang seharusnya dikirim ke pembeli, harus ditahan akibat tak tersedianya oksigen. Mereka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pakan ikan, yang melewati masa panen benih ini.

Anggota usaha pembenihan rakyat di Desa Kambitin, Kusnianto, menjelaskan saat ini usaha pembenihan ikannya terancam tidak bisa berjalan sama sekali akibat tidak ada suplai oksigen. Disatu sisi benih-benih ikannya harus tetap diberikan pakan setiap hari agar tidak mati.

“kerugian ulun otomatis ga bisa ngirim otomatis kan untuk nukar pakan darimana, makan buat manusia juga perlu kan gitu, otomatis untuk kebutuhan hari hari kalau ga bisa ngirim usahanya iwak saya ini otomatis, yang lainnya ladang ga ada, rata-rata usaha iwak ini itu kendalanya kalau ga bisa jual ga bisa jalan, untuk nukar bamanya kayak gini habis, buntu kaya itu nah” Kata Kusnianto- Anggota Usaha Pembenihan Rakyat.

Tidak jauh berbeda dengan Kusnianto, Mutowip yang juga seorang pengusaha pembenihan ikan di Desa Kambitin. Mengakui dalam beberapa bulan terakhir tidak melakukan pengiriman benih ikan. Ia pun berharap agar setidaknya mendapatkan oksigen meskipun sedikit, guna mempertahankan usahanya agar tidak terhenti sama sekali.

 “ya kalau harapan saya itukan kita apa berbagi aja kita sama sama menikmatilah sedikit demi sedikit kita kan harus sama jangan kita semuanya diberikan entah itu orang mana kytunah, jadi sama sama  kita tuh berbagi walau sedikit yang penting ada kytu nah ya kalau kita makan, sama sama makan kytu nah jadi kita nda muluk muluk kita minta eh kita butuh oksigen yang banyak disini, gak usah, kita kan sama-sama perlu butuh hidup.” Kata Mutowip- Pembudidaya Benih Ikan.

Para pembudidaya benih ikan ini mengakui, usaha mereka menurun drastis, dari yang biasanya untung mencapai 6 juta rupiah per bulan. Kini hanya bisa mencapai satu juta rupiah per bulan. (M. Arie Arieyadi).

Next Post

PPKM Level 3, Ini Kata Pengelola Cafe & Angkringan...

Rab Agu 18 , 2021
TABALONG – Pandemi covid-19 mempengaruhi sejumlah usaha, termasuk kafe dan angkringan yang notabene beroperasi pada sore hingga malam hari. Terlebih selama penerapan PPKM jam operasional pada malam hari dibatasi. Jika biasanya kafe dan angkringan bisa beroperasi dari 8 hingga 12 jam, namun selama ppkm operasional jenis usaha ini, yang paling […]