Studi Orientasi Pansus Raperda 1 DPRD Kab. Paser Terkait Pembahasan Raperda Tentang Penambahan Penyertaan Modal

Tabalong – Panitia khusus raperda satu DPRD Kabupaten Paser Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja ke kabupaten tabalong apda 24 september 2020. Kunjungan kerja disambut badan Pengelola Keuangan Dan Asset Daerah Tabalong bersama Asisten Adminisrasi dan DPRD Kabupaten Tabalomg.

Kunjungan kerja pansus raperda paser ini, terkait study orientasi terkait pembahasan raperda tentang penambahan penyertaan modal. Dalam hal ini bpkad menjelaskan kerjasama yang telah dijalin pemerintah kabupaten tabalong bersama bank kalsel dalam bentuk penyertaan modal, yang dilaukan dalam beberapa tahun sekali. Dari hasil kerjasama ini, pemkab tabalong mendapatkan dividen bervariasi setiap tahunnya, mulai dari 5,5 milyar  hingga 10,7 milyar rupiah, dan dividen tersebut masuk sebagai pendapatan daerah tabalong.

Ketua Komisi 2 Bidang Ekonomi Dan Keuangan DPRD Tabalong, Sumiati memaparkan, kegiatan ini merupakan study banding bersama rekan dari dprd kabupaten paser, terkait penyertaan modal.

Hari ini alhamdllah ya kami beserta bapa asisten dan juga rekan rekan yang lain dari bagian pemerintah daerah menerima kedatangan sahabat kami dari kabupaten paser dan juga mereka membawa kepala bank kaltim dalam hal ini mereka study banding ya mencari referensi terkait penyertaan modal daerah kepada bank kaltim kalau di tabalong kan kepada bank kalsel” kata Sumiati

Ketua DPRD Kabupate Paser, Hendra Wahyudi, menjelaskan, perbedaan pengelolaan dividen dari penyertaan modal yang dilakukan pemkab paser dan tabalong. Pihaknya pun ingin menkaji lebih detail terkait keuntungan yang didapatkan pemeirntah dari kedua perbedaan pengelolaan tersebut.

“Ya terkait untuk penyertaan modal memang di kabupaten tabalong khususnya disini, kalau kami memang penyertaan modal untuk deviden penyertaan modal dikembalikan lagi ke penyertaan modal sehingga akan dimasukkan terus, tp kalo di kabupaten tabalong deviden dari hasil deviden tersebut dimasukkan dalam struktur apbd sebagai pendapatan asi daerah dan ini lah 2 sisi ini yang memang kita coba kaji bersamasama dikabupaten paser seeprti apa baiknya mungkin itu point yang paling penting saya rasa” kata Hendra Wahyudi.

Hendra menambahkan, pihaknya juga tertarik dengan program kredit gerbang emas dengan bunga nol persen, yang disediakan pemerintah kabupaten tabalong untuk pelaku suaha kecil, mengembangkan usahanya. Hendra menilai program kredit gerbang emas merupakan upaya untuk mensejahterakan masyarakat.

Next Post

Progres BSPS Kabupaten Tabalong, Sudah Sampai Tahap Ini…

Rab Sep 30 , 2020
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Tabalong – Sebanyak 35 unit rumah tidak layak huni di Tabalong, mendapat program bantuan stimulan perumahan swadaya dari pemerintah kabupaten tabalong tahun anggaran 2020. Program BSPS kabupaten merupakan program pendamping dari program bsps kementerian pupr, agar secara […]
error: