Simak Gejala Awal Yang Sering Dirasakan Pasien Corona Di Tabalong..

Tabalong – Dari total kasus terkonfirmasi positive korona di Tabalong, hampir keseluruhan para pasien mengalami beberapa gejala di awal, selain yang terdapat pada penyakit penyerta. Juru Bicara Gugus Tugas P Dua Covid Nineteen Tabalong, dokter Taufiqurrahman Hamdie ,menyampaikan beberapa gejala yang sering ditemukan pada pasien , sesuai pengalaman pihaknya dalam penelusuran kasus.

Beberapa diantaranya ialah kehilangan indera penciuman ,indera pendengaran, serta pengecap makanan pada lidah. Dan bahkan pihaknya pernah merawat pasien ,yang tidak ada keinginan untuk makan, dalam jangka waktu satu minggu, diruang isolasi.

“Mereka menyampaikan riwayat ,rata rata mengalami paringitis ,radang tenggorokkan, nah dari paringitis ini bisa disertai dengan gejala terutama indera pengecap ya, jadi tidak merasakan makanan kemudian anusmia atau tidak membedakan bau ya, kemudian juga ada yang mengalami gangguan pada pendengaran, karna tersumbatnya kemungkinan saluran yang menghubungkan tenggorokkan dengan telinga, nah ini yang biasa awal dirasakan para pasien, bahkan kami pernah merawat pasien sampai 1 minggu tidak mau makan.” Kata dr. Taufiq

Selanjutnya para pasien tersebut di lakukan terapi, untuk pengobatan radang tenggorokkan, untuk memuncuylkan kembali nafsu makan pasieni. Sehingga proses peningkatan imun ntubuh dapat dilakukan melalui makanan.

Dokter Taufiqqurrahman juga menambahkan, pada pasien PDP dengan gejala sesak nafas,ditangani oleh pihaknya secara khusus. Seperti pemberian bahan yang berfungsi mengencerkan dahak, serta fisioterapi pada pasien, untuk  melancarkan saluran pernapasan.(Rangga)

Next Post

Lagi, 1 Pasien Positif Corona Asal Tabalong Dinyatakan Sembuh

Sel Jul 7 , 2020
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Tabalong – Pasien covid-19 asal Tabalong, yang berhasil sembuh kembali bertambah satu orang pada senin 6 Juni 2020. Satu orang pasien sembuh tersebut merupakan warga haruai yang hamil dan melahirkan di RSUD Ulin Banjarmasin, tempatnya dirawat saat […]
error: