PPKM Level 3, Ini Kata Pengelola Cafe & Angkringan…

TABALONG – Pandemi covid-19 mempengaruhi sejumlah usaha, termasuk kafe dan angkringan yang notabene beroperasi pada sore hingga malam hari. Terlebih selama penerapan PPKM jam operasional pada malam hari dibatasi.

Jika biasanya kafe dan angkringan bisa beroperasi dari 8 hingga 12 jam, namun selama ppkm operasional jenis usaha ini, yang paling efektif hanya sekitar tiga jam. Pengelola salah satu kafe di kelurahan mabuun, Ibnu Dwi Cahyo mengaku pihaknya tetap mendukung penerapan PPKM sebagai upaya pencegahan covid-19. Namun ia meminta dukungan pemerintah dan pihak terkait agar usaha serupa tidak sampai mengalami penutupan, akibat terus merugi. Seperti membeli makanan dan minuman mereka untuk rapat dan pertemuan.

“Kita pertama ingin solusi, jadi kita juga tidak bisa menekan pemerintah untuk memberikan solusi yang berlebihan, tapi setidaknya kita butuh support dari pemerintah, bukan sekedar kita minta  bantuan dana atau yang lain, setidaknya kami minta disupport, contohnya misalnya ada pembelian kopi disini untuk mereka meeting atau rapat dipagi hari, dan makan siang dimasukkan ke kita atau bergantian ke cafe cafe lain, misalnya hari Senin dari instansi mesan di cafe sini, nanti besoknya mesan di cafe lain, paling tidak mereka bisa membantu kita di penjualan kita, kita juga sadar pemerintah dalam masa kesulitan sekarang, karena bingung harus bagaimana, sedangkan tertekan oleh wabah penyakit ini” Kata Ibnu Dwi Cahyo, Pengelola Cafe.

Disamping itu, salah seorang pengelola angkringan di Pembataan, muhammad jamani,  mengatakan, ia dan rekannya terpaksa harus menutup angkringan yang ia kelola, hal ini dikarenakan batas waktu operasional yang tidak sesuai dengan kondisi sekarang.

“Masalah utamanya jam operasional, soalnya sebelum ppkm LV 3 yang dibatasi jam 10, omset bulanan Tu sudah menurun, apalagi dikurangi sampai jam 9, karena kami buka angkringan itu dari magrib persiapan, kalau jam 9 sudah tutup, cuma ada 2 jam belum persiapan, itu sangat tidak memungkinkan untuk dilanjutkan lagi, untuk sementara kami menutup angkringan kami, sampai masa PPKM lv 3 sudah berakhir” Kata Muhammad Jamani, Pengelola Angkringan.

Seperti hal nya pengelola Cafe Dstino tadi, pihaknya saat ini tidak mencari keuntungan dalam hal penjualan, namun yang saat ini mereka pertahanan kan ialah bagaimana caranya agar tetap mensejahterakan karyawannya, meskipun dalam kondisi sulit seperti sekarang ini. (Muhammad Ariadi).

Next Post

30 Anggota Paskibraka Tabalong Dikukuhkan

Rab Agu 18 , 2021
TABALONG – Bupati Tabalong, melantik 30 anggota pasukan pengibar bendera pusaka merah putih tahun 2021, pada 16 Agustus 2021 di halaman Sekretariat Daerah Pemkab Tabalong. Anggota Paskibraka ini akan bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan ke 76 pada 17 Agustus di Tingkat Kabupaten Tabalong. Meski digelar sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan […]