Penyesuaian Selama Pandemi, Calon Jamaah Umrah Diimbau Siapkan Dana Untuk Karantina

Tabalong – Dibukanya kembali kegiatan umrah, menjadi angin segar bagi pelaku usaha penyelenggara perjalanan umrah di Indonesia, termasuk di Tabalong. Namun banyak hal yang harus disesuaikan dalam penyelenggaraan ibadah umrah di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini.

Hal yang perlu diperhatikan seperti penyesuaian pembiayaan, khususnya untuk kegiatan karantina. Keberangkatan umrah di masa seperti ini hanya melalui satu pintu yaitu lewat jakarta, sehingga kementerian agama pusat dapat mengawasi keberangkatan jamaah baik dari segi kesehatan maupun finansial, yang juga disesuaikan dengan peraturan dari Pemerintah Arab Saudi.

Salah satu penyelenggara perjalanan ibadah umrah di Tabalong, Ustadz Ahmad Rijani Asmail, mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan perjalanan umrah agar menggali informasi dari agen perjalan yang membimbing mereka, berkaitan dengan penambahan biaya pada saat melakukan ibadah umrah khususnya dalam hal karantina.

“andai kata kita ingin berangkat umrah maka hendaknya bertanya kepada travel penyelenggara umrah tersebut, apakah pembiayaan tersebut telah memenuhi seluruhnya dengan biaya ketika kita berada di saudi, khususnya karantina, jadi untuk pertama Januari, sebagaimana pengetahuan kami, saudi telah mengeluarkan satu keputusan jamaah umrah yang akan berangkat ke saudi harus juga membeli paket biaya karantina lewat penerbangan, misalnya garuda atau qatar, maupun saudi, sehingga sekarang dirubah, dari bandara mereka akan langsung diberangkatkan oleh pihak penerbangan menuju hotel transit, selepas 4 hari, selepas melaksanakan 2 kali pcr dinyatakan negatif, baru nanti pihak muassasah yang akan menyusul, apabila sudah dinyatakan mampu, mereka akan menuju masjidil haram untuk melaksanakan umrah” Kata Ustadz Ahmad Rijani Asmail, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah Dari Tabalong.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada jamaah yang mengikuti perjalanan transit, agar lebih berhati hati terutama dalam menjaga protokol kesehatan, karena disetiap negara berbeda beda dalam memberlakukan protokol kesehatan. Di Kabupaten Tabalong sendiri per tanggal 13 Januari 2022, sudah memasuki keberangkatan kloter ketiga khusus jamaah, hal ini menjadi langkah awal sebagai uji coba keberangkatan jamaah di masa pandemi covid-19. (Muhammad Ariadi).

Next Post

Inspektur Tabalong Harap 23 Hasil Temuan UP3 Ditindaklanjuti SKPD Terkait

Sen Jan 17 , 2022
Tabalong – UP3  Tabalong mendata setidaknya 23 temuan mengenai keluhan dan kebutuhan pelayanan publik, yang meliputi 14 temuan di bidang pekerjaan umum, 6 temuan di bidang perumahan permukiman, serta masing-masing 1 temuan di bidang kesehatan, pendidikan, dan pariwisata. Temuan ini disampaikan Inspektorat Tabalong selaku Leading Sektor UP3, dalam rapat koordinasi […]