Pendapatan Belum Maksimal, Waket I DPRD Tabalong Jurni Minta Perumda Ekspansi Bisnis

Tabalong – Wakil Ketua Satu DPRD Tabalong meminta Perusahaan Umum Daerah Tabalong Jaya Persada, melakukan beberapa program bisnis untuk bisa meningkatkan pendapatan asli daerah. Pasalnya perumda jaya persada merupakan perusahaan milik daerah yang bertugas untuk meningkatkan pendapatan asli daerah tabalong.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Satu DPRD Tabalong, Jurni saat memimpin rapat kerja komisi 2 DPRD Tabalong bersama Perumda Tabalong Jaya Persada. Jurni menilai, pendapatan yang didapat oleh perumda masih belum sesuai dengan keinginan dprd. Pasalnya di tahun 2019, perumda baru mulai aktif untuk memulai usaha, dan di telah menghasilkan laba kotor sebesar 400 juta rupiah.

“Jauh lagi karena ini baru memulai yang aktif kami melihat ini baru di tahun 2019 nah itukan sudah mendatangkan 400 juta lebih itu oun hanya untuk layanan penyeimbang harga jadi belum lagi ada masuk di kegiatan yg ada di perusahaan-perusahaan kalau yang besar itu kan dari perusahaan, kalau pengadaan untuk kemasyarakatan ini kita tidak mengambil untung banyak yg penting barang sembako itu ada artinya tidak langka jadi belum mengambil untung banyak di sana” kata Jurni

Direktur Utama Perumda Jaya Persada, Ainuddin mengatakan, di tahun 2020 pihak nya akan melakukan berbagai upaya, agar pendapatan bisa lebih meningkat, dibandingkan tahun 2019.

DPRD Tabalong juga menyarankan, agar pendapatan perumda dapat maksimal, akan pihak dprd akan segera melakukan pertemuan dengan perusahaan swasta, untuk bisa bekerjasama dengan Perumda Tabalong Jaya Persada. (Sherly)

Next Post

Komisi 1 DPRD Tabalong Minta Inspektorat Tingkatkan Kinerja

Sel Jun 23 , 2020
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Tabalong – Komisi Satu DPRD Tabalong menggelar rapat kerja bersama inspektorat tabalong pada 19 Juni 2020. Rapat membahas rencana kerja yang akan dilakukan inspektorat tabalong pada tahun anggaran 2021. Dalam rapat ini dijelaskan untuk tahun 2021, inspektorat […]
error: