Pencegahan Stunting Jadi Salah Satu Prioritas Tabalong Di Sektor Kesehatan

Tabalong – Percepatan pencegahan stunting, atau hambatan tumbuh pada anak akibat gizi buruk, menjadi salah satu prioritas utama  di sektor pembangunan kesehatan kabupaten tabalong. Hal ini mendasari pelaksanaan rembuk aksi cepat penurunan stunting, yang dilakukan Pemkab Tabalong pada 24 Juni 2020.

Kegiatan rembuk ini dihadiri Bupati Tabalong Anang Syakhfiani bersama Wakilnya Mawardi, serta didampingi Ketua DPRD Tabalong, Mustafa. Selain itu rembuk ini juga dihadiri Para Kepala SKPD, yang menjadi lintas sektor pencegahan stunting. Camat dan Pihak Puskesmas juga diwajibkan mengikuti kegiatan ini melalui video conference.

Rembuk diinisiasi Dinas Kesehatan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tabalong, dengan tujuan untuk membangun komitmen dan kebijakan serta arah startegi percepatan penurunan stunting. Sehingga penanganan stunting menjadi komitmen bersama di lingkup pemerintah kabupaten.

Bupati Tabalong, yang membuka acara ini mengatakan saat ini Tabalong berada diatas 30 persen stunting. Angka tertinggi stuntinga da di Kecamatan Muara Uya, Tanjung, Murung Pudak, dan Haruai. Bupati Anang menilai salah satu penyebabnya karena pendataan masih kurang cermat. 

“Kita indeks bidang kesehatan peringkat 3 kemudian pengeluaran perkapital dari tahun ketahun meningkat jadi yang pertama pendataan nah yang kedua menurut hemat saya adalah kita harus lebih menigkatkan kerjasama dan koordinasi lintas sektor termasuk kerjsama dan koordinasi di internal kita jajaran pemerintah kabupaten Tabalong instansi pertikal termasuk koordinasi yang lebih atas,nah hal ini harus kita lakukan karena tahun 2020 ini kabupaten Tabalong  bersama dua kabupaten lain di Kalimantan Selatan dijadikan sebagai lokus penangulangan stunting ditetapkan pemerintah pusat.” Kata Anang

Bupati Anang berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semanggat dan minat mendalami permasalahan stunting, khusunya bagi pihak kecamatan dan desa. Pihak kecamatan dan desa diminta dapat mengenali gejala stunting sejak dini, dan melakukan upaya pencegahan.

Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, dokter Taufiqurrahman Hamdie menjelaskan pihaknya akan melakukan analisa situasi sebagai upaya percepatan perunan stunting jangka pendek. Hasil analisa penyebab stunting, akan menjadi dasar intervensi.

“Penurunan stunting ini tentu kita akan melakukan analisa situais dari analisa tersebut kita akan tau penyeb anak tersebut mengalami sunting terutama dalam kurun waktu seibu hari kehidupan yaitu di sembilan bulan masa kehamilan sampai dia umur dua tahun yang ini kita sebut penangan jangka pendek sengakan untuk jangka panjang terkait denga faktor faktor yang berperan dalam diskusi ini sejak usia remaja calon ibu ini harus memperhatikan status gizinya kemudian pencegahan terjadinya pernikahan dini.” Kata dr. Taufiq.

Dalam kesempatan ini Bupati Tabalong, Wakil Bupati dan Ketua DPRD melakukan aksi penandatangan komitmen bersama, aksi percepatan penurunan stunting lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong. (Munawarah)

Next Post

Raker Bersama PUPR, Komisi 3 DPRD Soroti Permasalahan Air Sawah Wilayah Selatan

Jum Jun 26 , 2020
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Tabalong – Komisi Tiga DPRD Tabalong melakukan rapap kerja bersama Dinas PUPR Tabalong, Camat Pugaan, Muara Harus dan Kelua, serta para kepala desa terkait. Rapat yang digelar 18 Juni 2020, membahas tentang lahan pertanian yang bermasalah di […]
error: