Pemkab Tabalong Siapkan Program Untuk Penuhi 6 Dimensi Smart City

TVTABALONG – Mengawali tinjauan lapangan secara daring terkait gerakan menuju 100 smart city, kementerian komunikasi dan informatika republik Indonesia, yang difasilitasi dinas komunikasi dan informasi kabupaten tabalong, memaparkan materi dan pengisian form mengenai manajemen risiko, serta pembahasan cara melakukan self assesment smart city, dan pengisian kuisioner kesiapan pemda untuk memenuhi sni 37122 – 2019, di gedung informasi kabupaten Tabalong, pada Senin 24 Mei 2021.

Pembimbing Kominfo, Dedy Sushandoyo menyampaikan, pengisian form manajemen risiko terdiri dari identifikasi, analisa, penanganan, dan mitigasi risiko. Dimana untuk analisa risiko mempunyai penilaian masing-masing, mulai dari tingkat kemungkinan terjadinya risiko tersebut, tingkat dampak, dan matriks penilaian risiko.

Lalu untuk mengukur persepsi terkait implementasi program smart city, dilakukan secara self assesment dengan mengisi kuesioner, berskala nilai satu hingga lima. Adapun pengisian kuesioner ini diantaranya terdiri dari, penilaian kualitas layanan atau program unggulan smart city, manfaat kepada masyarakat dalam hal sosial ekonomi, serta keterlibatan dan tingkat kepuasan masyarakat. Kemudian self assesment juga dilakukan oleh pic program, atau petugas yang bertanggung jawab menjalankan layanan atau program unggulan smart city, namun form pengisiannya berupa uraian.

Pada kesempatan ini, kepala Diskominfo Tabalong, Perbiadin Hapiz meminta, kepada peserta tinjauan lapangan agar tetap kreatif dalam menjalankan program smart city, tidak hanya terpaku dengan penggunaan aplikasi. Karena ia menilai, yang terpenting dalam program ini ialah manfaat kebaikan yang dirasakan oleh masyarakat luas.

Pemaparan ini diikuti enam instansi di kabupaten Tabalong yang akan ditinjau, baik secara daring di masing-masing instansi, maupun hadir ke gedung informasi. Enam instansi yang akan ditinjau mewakili setiap dimensi smart city, yaitu Disdukcapil sebagai Smart Governance, Disperindag sebagai smart economy, DLH sebagai smart environment, Jikamaka sebagai smart society, Dishub sebagai smart living, dan tv Tabalong sebagai smart branding.  (Alfi Syahrin).

Next Post

Standar Pelayanan Puskesmas Akan Dinilai, Wabup Mawardi Berikan Arahan

Kam Mei 27 , 2021
TVTABALONG – Wakil Bupati Tabalong memberikan arahan pada sejumlah SKPD terkait standar pelayanan publik, pada 25 Mei 2021 di aula tanjung puri setda tabalong. Pengarahan ini  dilakukan karena dalam waktu dekat, akan ada penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan publik yang dilakukan Ombudsman RI. Pengarahan ini juga diikuti puskesmas se Tabalong. […]