Pejuang Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

TABALONG – Pandemi covid-19 memaksa semua profesi untuk berjuang keras mencapai tujuannya, salah satunya bagi tenaga pendidik atau guru. Pasalnya kasus covid-19 yang kian meningkat menjadi penghalang terbesar untuk menggelar pembelajaran secara normal, terlebih saat ini tabalong harus menjalankan PPKM level tiga, yang membuat pembelajaran kembali dilakukan secara jarak jauh.

Menerapkan pembelajaran jarak jauh dengan sistem online, mungkin tak menjadi masalah bagi sekolah di wilayah perkotaan, terlebih dengan didukung kemampuan teknologi para siswanya. Namun hal ini justru berbeda dengan sekolah pinggiran, salah satunya Madrasah Miftahul Anwar, di Kecamatan Banua Lawas.

Dengan fasilitas sederhana yang dimiliki sekolah, ditambah dengan rendahnya pengetahuan tentang teknologi dari siswa dan orang tua, membuat pembelajaran jarak jauh dengan sistem online sulit dijalankan. Tak jarang para guru harus meniti rumah setiap siswa, untuk memastikan siswa tetap mendapat akses pembelajaran, selama pandemi covid-19.

“Lokasinya itu sangat jauh lah lokasinya dari rumah kami sebagai guru menuju ke lokasi murid sangat jauh, tapi buhan pian ttp semangat kah bu dalam mengajar anak-anak, yaa kami tetap semangat, semangat sekali, anak-anak juga semangat semangat bahkan orang tuanya sangat mendukung sekali anak-anaknya dapat belajar dengan baik setiap hari.” Kata Guru (Pejuang Pendidik), Laila Rosida.

Ketua PGRI Tabalong, Erwan Mardani, mengapresiasi peran seluruh guru yang berjuang di tengah pandemi covid-19. Menurutnya dimasa seperti saat ini, penting bagi guru untuk memiliki 4 kompetensi inti yang melambangkan semangat pendidik. Seperti, pedagogik, kepribadian yang baik, sosial dan profesional dalam memberikan pendidikan kepada siswa.

“Nah kalau empat kompetensi ini di hubungkan dengan tema hari ulang tahun kemerdekaan republic Indonesia ke 76 saya kira sangat relevan sekali guru-guru ini adalah pejuang-pejuang pendidikan dan barangkali kita masih ingat ya betapa beratnya perjuangan para guru pada masa merebut kemerdekaan dulu dalam situasi dan kondisi yang serba sulit tapi guru tetap memberikan komitmen melaksanakan tugasnya di tengah keterbatasan. Nah ini harus memberikan sebuah inspirasi motivasi dan semangat kepada guru-guru sekarang ini.” Kata Ketua PGRI Tabalong, Erwan Mardani.

Baik Laila Rosida maupun Erwan Wardani berharap pandemi covid-19 segera berakhir, sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal. Pasalnya tak semua sekolah dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan sistem online, karena tak semua sekolah didukung dengan sarana dan prasarana untuk menunjang sistem online. Terlebih kemampuan teknologi siswa belum merata seluruhnya. (Gazali Rahman).

Next Post

Merdeka di Mata Masyarakat Tabalong

Rab Agu 18 , 2021
TABALONG – 17 Agustus 2021, menandakan sudah 76 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia merdeka, dan terbebas dari belenggu para penjajah. Lantas bagaimana tanggapan sejumlah masyarakat di Kabupaten Tabalong, baik dari lintas agama, lintas profesi, dan lintas generasi. Terkait hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 ini.