Panen Perdana 2 Varian Padi Baru di Jaro, Bupati Anang Optimis Produksi Meningkat

TVTABALONG – Pemerintah Kabupaten Tabalong bersama para petani di Desa Nalui, melakukan panen perdana padi varietas IF-17 dan IF-16, serta padi unggul varietas Trisakti pada 7 April 2021. Panen padi ini dilakukan di hamparan sawah Desa Nalui dan di Upt Balai Beni Jaro Kecamatan Jaro.

Padi jenis IF-17 dan IF-16 merupakan benih galur atau jenis padi yang masih dalam tahap uji coba. Uji coba padi jenis ini merupakan hasil kerjasama Pemkab Tabalong dengan Bank Kal-sel. Selain itu, panen juga dilakukan pada padi jenis trisakti, yang didapat dari Serikat Tani Islam Indonesia Provinsi Kal-sel.

Dari penghitungan panen perdana ini, padi jenis IF-17 dan IF-16 yang ditanam di lahan seluas 1 hektar, mampu menghasilkan 11 ton gabah kering, dengan asumsi beras sebanyak 6 ton. Sedangkan padi jenis trisaksi mampu menghasilkan 13,5 ton gabak kering dengan asumsi beras sekitar 8 ton.

Atas keberhasilan uji coba tanam benih ini, Bupati Tabalong Anang Syakhfiani meyakini, galur tersebut dapat mendongkrak produktifitas para petani di Tabalong. Bahkan mampu meningkatkan surplus beras dari tahun-tahun sebelumnya.

“Ini akan merubah hidup petani kita, coba bayangkan selama ini hanya 4 ton 5 ton paling top 6 ton, walaupun itu sudah berarti bagi Tabalong, tahun 2014 surplus beraskitainihanya 8000 ton, nah sekarang kita dapat surplus beras 40.000 ton, nanti di akhir panen pada Oktober insyaallah tahun yang lalu 57 ribu ton, mudah-mudahan tahun ini menigkat, ini luar biasa.” Kata Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Tabalong, Saswoko menjelaskan, selain produktifitas yang tinggi, kedua jenis padi ini juga memiliki masa tanam yang singkat. Yaitu sekitar 110 hari untuk padi jenis IF-17 dan IF-16, sedangkan 75 hari untuk padi jenis trisaksi.

“Kalau ini jenis padi unggul jadi dia cuman 110 hari, jadi 3 bulan lebih sedikit, itu untuk varietas galur yang IF-17 dan IF-16 tadi, kemudian yang ke 2 tadi di tempat balai benih itu cuman 75 hari, jadi lebih pendek, jadi kita lebih untung di masa pemeliharaan lebih singkatkan, yang itu yang trisakti tadi itu 75 hari.” Kata Plt Kepala Dinas Pertanian Tabalong, Saswoko.

Saswoko menambahkan, gabah kering hasil panen perdana kali ini akan dijadikan bibit tanam. Bibit akan disebar dan diperbanyak pembibitannya di seluruh wilayah Kabupaten Tabalong. (Rangga).

Next Post

DPRD Tabalong Upayakan Pendirian Balai Penyuluh Pertanian Jaro

Sen Apr 12 , 2021
TVTABALONG – Pemerintah Kabupaten Tabalong mengupayakan pembangunan balai penyuluh pertanian untuk Kecamatan Jaro. Pasalnya selama ini, Kecamatan Jaro masih bergantung pada balai penyuluh pertanian kecamatan muara uya. Rencana pemerintah kabupaten ini didasari dari kesuksesan pertanian di Kecamatan Jaro. Terlebih saat ini Kecamatan Jaro juga berhasil membudidayakan padi jenis baru IF-17 […]