NONA SENDY : Seorang Wanita yang Menyulap Barang Bekas Menjadi Bernilai Ekonomi dengan Decoupage

TABALONG – Tas, Teko, Pot Bunga, dan Botol Bekas bisa disulap menjadi cantik, berbagai motif dengan warna menarik menghiasi setiap permukaan benda-benda melalui kerajinan yang disebut decoupage.

Seni memotong dan menempel tisu bermotif atau decoupage, bahkan menjadi sumber usaha bagi salah seorang warga kelurahan Pembataan Kecamatan Murung Pudak. Yakni Nona Sendy, yang melakoni usaha decoupage.

Ditangan Nona Sendy, benda bernilai ekonomi rendah bahkan barang bekas, ia hias menjadi cantik dan menarik, hingga memiliki nilai jual tinggi.

Bahan yang ia butuhkan berupa  media benda yang kemudian ditempel tisu decoupage dengan beragam motif yang menarik.

Benda hasil kerajinan decoupage yang ia hasilkan djual dengan harga bervariasi mulai dari 35 ribu hingga 250 ribu rupiah.

Dalam sebulannya Nona Sendy bisa membuat 50 sampai 60 buah kerajinan decoupage, dengan omzet mencapai 7 juta hingga 20 juta rupiah.

 “Dengan adanya pandemi saya berinovasi apa yang di mau konsumen seperti itu yaa, berinivasi selain kerajinan tangan saya membuat menu (makanan) yang di sukai maupun yang dibutuhkan konsumen yang ada di sekitar saya. Omzet sebelum pandemi 7 juta atau bisana ada hari khusus itu bisa sampai 20 juta perbulan”  Bebernya.

Aksi yang di kerjakan Nona Sendy merupakan upaya kreatif untuk menghasilkan uang, terlebih cantiknya hasil olahannya menarik isnpirasi publik. (Maimun).

Next Post

Desa Nalui Raih Piagam Penghargaan Utama P2K2 Tingkat Provinsi

Rab Feb 3 , 2021
TABALONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB, berencana terus melakukan pendampingan pada Desa Nalui Kecamatan Jaro. Kamis (28/01). Hal ini lantaran pada pertengahan desember 2020 lalu, Desa Jaro berhasil meraih penghargaan kategori utama sebagai desa pelaksanaan peningkatan kualitas keluarga (P2K2), se-provinsi Kalimantan Selatan. Dalam penilaian P2K2, […]