Mengenal Ridho Si Atlet Cilik Panahan Berkuda

TVTABALONG – Berkuda bukanlah perkara mudah, apalagi sambil meluncurkan anak panah. Namun berbeda dengan yang dilakukan Muhammad Ridho Rasyid, salah seorang atlet panahan berkuda asal Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Meski baru berusia 15 tahun, Muhammad Ridho dengan tenangnya mampu meluncurkan anak panah ke arah target panahan, sembari menunggangi kuda.

Ridho menceritakan, awal mula mendalami jenis olahraga panahan berkuda. Ia mengaku, awalnya tidak mau berlatih panahan berkuda karena merasa kesulitan, namun karena sering mencoba, ia pun mulai menyukainya.

“Asalnya berkuda dulu, berkuda itu sudah 2 tahun. Habistu memanahnya tu 1 tahun disini. Awal mulanya dipaksa, padahal gak mau. Dipaksa sama coach, yaudah mau. Habistu pas pertama kali kok susah banget…habistu coba-coba terus coba-coba lama-lama ketagihan. Pertama kali itu di atas kudanya dulu, habisitu kata coach lari dulu kudanya, dilepas tangannya gak usah pegangan, pas pertama kali itu jatoh.” Ungkap Atlet Panahan Berkuda, M. Rhido Rasyid.

Di usianya yang terbilang muda, Ridho berhasil meraih dua prestasi di ajang panahan berkuda. Pertama sebagai juara 1 kelas junior, dalam kompetisi lokal Tabalong Horseback Archery Internal Competition tahun 2020. Dan terbaru menjuarai posisi ke-2 kelas beginner, dalam kompetisi nasional yang diselenggarakan di Jakarta Internasional Equistrian Park Pulomas, Jakarta Timur, pada 13 hingga 14 Maret 2021 lalu. Selain Ridho, tim pelatih panahan berkuda Tabalong juga mengirimkan 2 atlet muda lainnya di ajang ini, Rakha yang keluar sebagai juara 3, dan Radit.

“kalo si Ridho sendiri dari ketiga atlet yang udah adalah yang udah bisa jadi kan ada si Radit, Ridho, sama Rakha itu. 3R biasa nyebutnya. Nah itu sebenarnya masing-masing mempunyai kemampuan yang memang inshaallah siap untuk nantinya bertanding di skala nasional. Inshaallah nextnya kita masih ada beberapa pertandingan lagi yang inshaallah tiga-tiganya berangkat nanti.” Kata Pelatih Panahan Berkuda, Adi Santoso.

Untuk memainkan olahraga perpaduan yang memacu adrenalin ini, perlu dipersiapkan mental dan niat yang kuat, sehingga potensi sebagai atlet panahan berkuda pun dapat lebih dikembangkan.

“mental…mental yang harus disiapin. Kalo gaada mental ya takut nanti.” Kata Atlet Panahan Berkuda, Rasyid.

“Jadi kalo untuk di panahan berkuda sendiri, karena ini baru memang butuh mental, butuh niat yang memang anak tersebut juga harus suka gitu. Karena kalo ngga, karena ini kan olahraga perpaduan antara panahan dan berkuda gitu, sehingga memang diperlukan anak yang memang ini lah punya keinginan yang kuat untuk mau memanah berkuda, sehingga potensi dari mereka kalo itu udah ada nyamanlah ibaratnya kaya gitu.” Kata Adi Santoso, Pelatih Panahan Berkuda.

Untuk terus mengembangkan potensi panahan berkudanya, Ridho bersama atlet lainnya rutin latihan setiap minggu, di Horseback Archery Mabuun, Kecamatan Murung Pudak ini. (Alfi syahrin).

Next Post

Belajar Memanah, Olahraga Sunnah Melatih Konsentrasi & Kecerdasan

Sen Apr 5 , 2021
TVTABALONG – Dari bukti-bukti sejarah yang terkumpul, menujukkan aktivitas memanah telah ada sejak 5 ribu tahun yang lalu. Memanah awalnya digunakan untuk berburu dan sebagai senjata pertempuran, kemudian hingga saat ini,menjadi salah satu cabang olahraga. Bagi umat muslim, olahraga panahan juga dianjurkan rasulullah, selain berkuda dan berenang. Saya pun langsung […]