Melihat Produk Olahan Bajakah, Si Obat Herbal Berbagai Penyakit Kronis

TVTABALONG – Bajakah menjadi salah satu tanaman yang tumbuh di hutan kalimantan. Kayu tanaman ini sudah turun temurun dimanfaatkan masyarakat suku dayak, untuk mengobati berbagai penyakit. Nah kayu bajakah juga sempat disorot dunia internasional karena khasiatnya mengobati kanker. Klaim ini muncul dari 3 pelajar indonesia yang meraih medali emas pada ajang world invention creativity olympic di seoul, korea selatan, pada tahun 2019 lalu.

Muhammad Khalid, pemilik usaha herbal borneo yang mengolah salah satu produk herbal berupa teh sari bajakah. Khalid mulai merintis usahanya sejak setahun lalu, tepatnya pada november 2019.

Ketertarikannya didunia herbal sudah lama ia geluti. Ia menceritakan awal mula tertarik dengan herbal, ketika ia masih bekerja di salah satu perusahaan swasta di Tabalong. Saat itu ia diminta pimpinannya untuk mencarikan kayu bajakah, hingga ia menggali manfaat dan sumber mendapatkan kayu bajakah. Hal itupun membuat ia memulai usahanya membuat Teh Bajakah.

Teh sari bajakah yang ia buat ini merupakan jenis simplisia, atau bahan baku, yang sudah dinyatakan aman oleh dinas kesehatan. menurut departemen kesehatan RI, simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun, atau tidak menggunakan campuran apapun didalamnya.

Untuk membuat teh sari bajakah ini, Khalid mencari kayu bajakah ke berbagai daerah di Kalimantan, tidak hanya di Tabalong, tetapi pencarian dilakukan hingga ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Setelah didapat, kayu bajakah dicuci bersih, dan dihancurkan. Kemudian serbuk kayu bajakah ini dibungkus kertas saringan teh, yang kemudian dikemas. Teh kayu bajakah pun siap dipasarkan. Kayu bajakah dipercaya mengobati berbagai penyakit, seperti kolesterol, kista, hingga kanker.

 “Kalau untuk hasil alhamdulillah banyak banget pak, apalagi kaya orang kena kista, testimoninya yang paling cepat itu, hari ini minum, besoknya sudah keluar semua untuk kistanya, bahkan dia sampai cek ke rumah sakit, di cek itu memang benar bersih kistanya. Jadi selain buat kista, buat kanker juga bagus, yang paling banyak itu orang kolesterol, darah tinggi, sama asam urat, cepat itu turunnya pak, kita minum hari ini saja sudah kerasa enak itu.” Kata Pemilik Umkm Herbal Borneo, M. Khalid.

Uniknya dalam memasarkan, khalid tidak menjual produknya secara online. Dalam pemasaran ia mengandalkan reseller. Saat ini khalid telah memiliki 150 orang reseller yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Melalui cara ini, khalid berniat membuka lapangan kerja bagi orang lain.

 “Untuk online kita ini aja, lewat facebook atau whatsapp, untuk marketplace kita enggak, karena kita lebih dominan ke reseller, ketimbang di marketplace, karena kalua di marketplace, saya jual, saya yakin laku, cumin saya pengen jualan membantu teman-teman juga, kadang teman teman resseler ada yang ngambil 100, kalua kita jualan di market place palin 1atau 2 memang banyak yang beli, tapi kalau kita ke reseller, kita tinggal bia teman teman reseller saja, lumayan teman-teman reseller banyak jualannya.” Tuturnya.

Tidak hanya menjualkan produk, Khalid beranggapan resellernya menjadi salah satu kunci keberhasilan usahanya. Sehingga ia tak segan memberikan bonus bagi reseller yang mencapai target penjualan. Dalam sebulan, omzet khalid dari menjual sari teh bajakah terbilang besar, yaitu antara 25 hingga 35 juta rupiah. Selain sari teh bajakah, ia juga memproduksi produk herbal lainnya, seperti pasak bumi, sarang semut, bawang dayak, bunga telang, daun kelor, dan berbagai jenis olahan herbal lainnya. (Muhammad Ariadi).

Next Post

Vaksinasi di Sekretariat Daerah Tabalong, Bupati Anang Dapat Suntikan Pertama

Jum Apr 23 , 2021
TVTABALONG – Selama Ramadhan, kegiatan vaksinasi tetap gencar dilakukan. Seperti vaksinasi yang dilakukan pada ASN dan tenaga kontrak di Sekretariat Daerah Tabalong pada 20 April 2021. Vaksinasi diikuti pejabat tinggi Pemkab Tabalong. Selain itu vaksinasi juga menyasar orang nomor satu tabalong, bupati anang syakhfiani, yang sebelumnya tidak memenuhi syarat vaksinasi. […]