“Mambandung” Cara Warga Hapalah Tangkap Ikan

TABALONG – Dalam satu bulan terakhir aliran sungai di desa hapalah yang digunakan untuk mengairi sawah ramai di datangi warga untuk melakukan kegiatan mambandung. Membandung ini merupakan teknik menangkap ikan dengan menggunakan alat tradisional rimpa dan ancau.

Tradisi mambandung rutin dilakukan warga setidaknya satu tahun sekali pada saat memasuki musim kemarau. Dalam proses mambandung, warga bergotong royong membersihkan tanaman yang tumbuh di sepanjang aliran sungai, lalu mambandung sungai dengan menggunakan rimpa atau jalan, agar ikan yang diancau tidak bisa lari keluar area bendungan.

Dari kegiatan ini, warga mendapat banyak ikan tangkap yang ebragam. Seperti papuyu atau betok, sepat, gabus, tauman, nila, baung, dan lain sebagainya. Warga desa hapalah, maksum menuturkan, hasil mambandung kali ini tidak banyak seperti biasanya, lantaran hujan lebat pada malam sebelumnya yang membuat air sungai naik. Namun ia tetap mengaku senang karena bisa mendapatkan ikan berukuran besar.

 “Barat ay ma angkat ha, dua sabujurannya kana paa ay, lapas saikung pa ay, badungnya rabit “ganal kaitu jua kah” sama sama ganalnya jaka tida dua dapatnya, “di perkirakan berapa timbangannya nih pak” tiga kiloan lah “amun di pasarannya ini pian dijual kah dimakan pa” dimakan haja, kada suah menjual iwak, jarang, bisa ay menjual tapi jarang.” Kata Warga Desa Hapalah, Makksum.

Warga Desa Hapalah, Aspi, menambahkan, kegiatan mambandung tidak semata-mata untuk mencari ikan, akan tetapi merupakan gotong royong warga dalam membersihkan aliran sungai, yang mengairi sawah-sawah warga.

Ya istilahnya tu gotong royong lah, sambil membarasihi awang, sekaligus mendapati iwak. Kegiatan tiap tahun pak ai ini kalaunya pas musim behuma kaya ini selajur memberasihi saluran sungai.” Kata Warga Desa Hapalah, Aspi.

Kegiatan warga mambandung ikan dengan menggunakan alat tangkap tradisional rahamah lingkungan ini mendapat apresiasi, baik dari pihak Desa Hapalah, jajaran kecamatan banua lawas dan dari Dinas Perikanan Kabupaten Tabalong, yang mendukung penuh upaya warga dalam melestarikan alat tangkap tradisional. (Gazali Rahman).

Next Post

Polres Tabalong Amankan 3 Wanita Terduga Pelaku Penggelapan Mobil

Sel Sep 7 , 2021
TABALONG – Kepolisian Resor Tabalong, berhasil mengungkapkan kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan berupa 1 buah mobil jenis pick up yang dilakukan oleh 3 wanita asal kelurahan mabuun. Hal ini dijelaskan saat press release yang dilakukan oleh Polres Tabalong pada 31 Agustus 2021. 3 wanita ini berinisial MR, 42 tahun, […]