LDII Tabalong Gelar Asrama Hadist Sunan An-Nasa’i

Tabalong – Bagi umat islam, menjalankan ibadah berpedoman kepada kitab suci al-qur’an, dan hadist. Dalam hal ini kedudukan hadist merupakan sumber hukum kedua setelah al-qur’an. Menurut istilah ulama ahli hadist, hadist ialah apa yang diriwayatkan dari nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya, sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai nabi, dan terkadang juga sebelumnya. Sehingga hadist bisa diartikan bermakna sunnah.

Hadist ada banyak, salah satunya adalah Hadist Sunan An-Nasa’i. Kitab Sunan An-Nasa’i merupakah salah satu dari enam kitab hadist utama, yang dianggap berada di urutan ketiga yang paling shahih, setelah Kitab Shahihain Bukhari Muslim. Dalam Hadist Sunan An-Nasa’i ini banyak membahas tentang sholat, dan mensucikan diri.

Oleh sebab itu Lembaga Dakwah Islam Indonesia, atau LDII, Kabupaten Tabalong menggelar asrama Hadistsunan An-Nasa’i Juz Satu, di Masjid Baitul Mukhlisin, Laburan, Padang Panjang, Kecamatan Tanta. Acara ini mengangkat tema mendalami makna sunnah, meneguhkan iman dan taqwa.

“Asrama sunan an-nasa’ijuz 1 yang diadakan oleh DPD LDII Kabupaten Tabalong ini, satu bertujuan untuk mendalami makna sunnah karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa apa yang difirmankan oleh allah swt itu sifatnya ada beberapa yang masih umum, sehingga perlu ada penjelasan-penjelasan yang lebih detail. Di dalam sunan an-nasa’i ini penjelasan-penjelasan terutama mengenai sholat, di juz 1 ini banyak mengenai sholat, wudhu, dan lain-lain. Kemudian tujuan yang lainnya adalah kita warga LDII ini bisa terus menjaga kerukunan, kekompakan, kemudian bisa terus melestarikan nilai-nilai islam sehingga kita sebagai umat islam bisa betul-betul memahami isi sunnah, isi al-qu’ran, dan isi al-hadist, yang memang 2 kitab itu adalah pedomannya umat islam.”kata Ponco Otomo.

Asrama Hadist Sunan An-Nasa’i Juz Satu dibuka pada Minggu 15 Maret 2020, di Masjid Baitul Mukhlisin. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci al-qur’an, oleh Ustadz Ahmad Bukhari.

Dalam acara ini, turut hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tabalong, Haji Sahbilal Rusdi. Dalam kesempatan ini beliau membuka acara secara resmi. Beliau juga menyampaikan sejarah singkat Hadist Nasa’i.

“Jadi al-qur’an dan hadist itu punya kaitan yang erat. Orang yang ingin memperdalam, lebih dalam tentang islam maka lebih jelas melalui Hadist Rasulullah SAW. Alhamdulillah disini membahas tentang hadist an-nasa’i. Biasanya orang banyak membahas tentang hadist shahih bukhari. Tapi an-nasa’i itu juga adalah hadist yang perlu kita pelajari, karena shahih bukhari lebih senior, dibawahnya adalah an-nasa’i. Jadi dibawahnya itu ada an-nasa’i, kalo pendahulu sidin adalah imam bukhari, imam muslim, iman abu daud, imam tirmidzi, imam an-nasa’i, nah itu pendahulu dari imam an-nasa’i.” kata Sahbilal Rusdi.

Setelah dibuka secara resmi, acara dilanjutkan dengan pengajian Hadist Sunan An-Nasa’i Juz Satu, oleh Kyai haji zainal mukhid. Kyai Haji Zainal Mukhid datang langsung dari Pondok Wali Barokah Burengan Kediri, untuk mengisi materi Hadist Sunan An-Nasa’i Juz Satu ini.

“Di bab pertama kitab Hadist Sunan An-Nasa’i tentang firman allah, ketika berdiri kamu sekalian pada sholat maka membasuh tangan kamu sekalian, pada beberapa wajah kamu sekalian, dan beberapa tangan kamu sekalian sampai beberapa siku. Di bab pertama dari Hadist Sunan An-Nasa’i ini membahas tentang firman allah dalam surah al-maidah ayat 6, ketika kamu berdiri akan mendirikan sholat, maka basuhlah wajah mu dan tangan mu sampai siku, artinya wudhu dulu. Ketika kamu berdiri akan mengerjakan sholat maka wudhu lah terlebih dahulu.” kata Zainal.

“Perlu sama-sama kita ketahui bahwa kita sebagai umat islam, pedoman kita sebagai umat islam adalah al-qur’an dan al-hadist. Dan yang masyhur untuk al-hadist itu kutubusitah, dibawa awalnya amalan seorang hamba yang di surga dihadapan allah akan diperhitungkan, akan dihisab adalah masalah sholatnya. Maka pada kesempatan kali ini, pengurus DPD LDII Kabupaten Tabalong konsenstrasi untuk mengajak para warganya untuk lebih intens lagi mempelajari bab sholat. Kebetulan di Hadist Sunan An-Nasa’i juz awal ini kita pelajari adalah yang pertama nanti kita buta haroh bagaimana kita mensucikan diri dari najis, dari hadas.” Tambahnya.

Jumlah peserta yang mengikuti acara ini diperkirakan lebih dari 500 orang, terhitung dari jumlah kitab hadist yang dicetak panitia sebanyak 500 eksemplar, ditambah peserta yang membawa kitab hadist sendiri.

“Saya disini mewakili seluruh jamaah yang disini mengucapkan banyak terima kasih kepada para panitia yang telah bersusah payah, yang bekerjasama untuk melaksanakan adanya asrama sunan an-nasa’ijilid 1 ini. Dan kepada dewan guru yang jauh-jauh datang ke Kediri di pondok barokah Kediri yang sudah menyempatkan hadir ke tanjung kalimantan sini untuk mengasih ilmu kepada kita-kita semua, disini saya ucapkan syukur terima kasih banyak. Dan kepada seluruh warga-warga sini antusiasnya sangat mendukung sekali acara ini, soalnya disini banyak, di hadist ini tu banyak sekali manfaatnya yang membahas-bahas masalah keagamaan, terus kita jadi lebih paham lagi tentang agama itu perlunya gimana sih, cara bersesuci, cara-cara kita mengaji yang benar atau gimana yang patut kita contoh itu ada di sini semuanya.”sampai Hapsari.

Hapsari Nur Aini berharap ke depannya akan ada acara asrama asrama seperti ini lagi. Untuk asrama Hadist Sunan An-Nasa’i Juz Satu, akan berlangsung dari 15 hingga 20 maret 2020. (Alfi)

Next Post

Perhatian!! Jalan PHM Noor Mulai Dikerjakan

Kam Mar 19 , 2020
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Tabalong – Perbaikan jalan Ir. P. H. M. Noor, mulai dikerjakan sejak 17 Maret 2020. Sejumlah alat berat mulai melakukan pelapisan aspal, untuk jalan ini. Perbaikan direncanakan hingga 3 kilometer, terhitung dari perempatan Tanjung Selatan hingga Sulingan. […]
error: