Ketua Komisi 1 DPRD Tabalong Minta Disnaker Sesuaikan Pelatihan Dengan Kebutuhan Pasar

Tabalong – Komisi Satu DPRD Tabalong meminta Dinas Tenaga Kerja berinovasi pada pelatihan keterampilan yang tersedia di balai latihan kerja. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja antara Komisi Satu DPRD Tabalong bersama Dinas Tenaga Kerja pada 23 Juni 2020.

Dalam kesempatan ini Ketua Komisi Satu, Supriani, meminta agar Dinasker berinovasi terkait jenis atau kejuruan pelatihan di BLK Tabalong. Inovasi diminta disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan perusahaan. Sehingga serapan kerja lulusan BLK meningkat.

“Penekanan kepada disnaker, nah Disnaker ada BLK. Kami memintau ntuk berinovasi, dalam arti inovasi segala jenis keterampilan, pelatihan, dan kompetens iitu memang yang dibutuhkan pasar gitu, jadi jangan rutinitas gitu-gitu saja. Jadi kita melihat pasar-pasar yang memerlukan keterampilan kebutuhan kerjanya itu apa, ini yang lebih ditingkatkan.” Kata Supriani

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Tabalong Syaiful Ikhwan menjelaskan, beberapa faktor kendala inovasi dalam pelatihan.

Yang pertama kita keterbatasan sebanyak mungkin lebih dari 50% instruktur kita nih kan usianya bisa dikatakan 4 sampai 5 tahun lagi pensiun gitukan, untuk perkembangan pelatihan agak sedikit susah. Kemudian kita berharap nanti ada tambahan instruktur baru yang lulus PNS yang bisa kita andalkan, untuk pelatihan perkembangan inovasi-inovasi baru.” Kata Syaiful Ikhwan

Pelatihan keterampilan tenaga kerja di Disnaker Tabalong, diharapkan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di Tabalong. Sehingga putra putri lulusan BLK, dapat memebuhi keterampilan yang diminta perusahaan (Maimun)

Next Post

Warung Makan Tidak Terapkan Protokol Kesehatan, Siap-Siap Bakal Kena Sanksi..

Jum Jun 26 , 2020
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Tabalong – Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata  Kabupaten Tabalong, intensif memonitor penerapan protokol kesehatan di sektor wisata kuliner. Setelah sebelumnya memonitor resrotan, kali ini monitoring dilakukan di rumah makan, maupun warung makan maupun warung temporer, seperti gerobak, […]
error: