Kasus Covid-19 Meningkat, PPKM Tabalong Naik Ke Level 3

Tabalong – Setelah dua minggu terakhir berada di level dua, kini PPKM Tabalong naik ke level tiga. Hal tersebut berdasarkan inmendagri, yang berlaku sejak 1 sampai 14 Maret 2022.

Berada di PPKM level 3, membuat kegiatan masyarakat di tabalong diperketat, yaitu dengan membatasi kapasitas tempat maksimal hanya 50 persen untuk setiap kegiatan. Setiap kegiatan juga diwajibkan menggunakan aplikasi peduli lindungi, untuk memastikan status vaksin seseorang.

Juru bicara penanganan covid-19 Tabalong, Dokter Taufiqurrahman Hamdie menjelaskan, faktor terbesar tabalong mengalami perubahan level PPKM, adalah peningkatan kasus yang signifikan dalam waktu singkat. Kondisi ini diprediksi akibat varian omicron, terlebih saat ini bed occupancy rate atau bor di rumah sakit hanya di angka 10 hingga 15 persen.

 “Level 3 ini memang kalau kita evaluasi penyebabnya adalah terkait dengan peningkatan kasus terkonfirmasi positif, di kabupaten tabalong sejak 2 minggu terakhir. Nah inilah salah satu penyebabnya. Padahal kalau tingkat hunian di rumah sakit BORnya masih sekitar 10 sampai 15 persen saja” Kata Jubir Penanganan Covid-19 Tabalong, dr. Taufiqurrahman Hamdie.

Meski masih tinggi, namun Taufiq menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir tren kenaikan kasus melandai. Jika puncak tertinggi kasus di tabalong sebelumnya berada angka 372 kasus pada 24 Februari 2022, data terakhir kasus di tabalong mengalami penurunan hingga di angka 273 pada 28 Februari 2022. (Gazali Rahman).

Next Post

Gas LPG Non Subsidi Naik, Segini Harganya Di Pangkalan !

Rab Mar 2 , 2022
Tabalong – PT. Pertamina resmi menaikan harga gas LPG nonsubsidi rumah tangga, untuk jenis bright gas 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Kenaikan resmi berlaku pada 27 Februari 2022, sementara di tabalong, kenaikan gas non subsidi ini diberlakukan sejak 28 Februari 2022. Bright gas nonsubsidi dari distributor seberat 5,5 kilogram yang […]