Jelang Penilaian Sekolah Adiwiyata, DLH Tabalong Ajak Semua Pihak Samakan Persepsi

TVTABALONG – Dinas Lingkungan Hidup Tabalong, mensosialisasikan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS), kepada perwakilan guru dari tingkat SD hingga SMA sederajat se-Tabalong, pada 30 Maret 2021, di Gedung Pusat Informasi dan Pembangunan Tanjung. Sosialisasi yang diberikan berupa penyampaian teknis gerakan PBLHS sesuai Peraturan Menteri LHK nomor P-52 tahun 2019, dan Peraturan Menteri LHK nomor P-53 tentang penghargaan Adiwiyata.

Mewakili Pemerintah Daerah, Asisten Administrasi Umum Setda Tabalong, Rahmadi Amir menyampaikan, gerakan PBLHS sebagai upaya bersama secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan di Sekolah, dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

“Kegiatan sosialisasi gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah ini tentunya sebagai upaya kita bersama agar melakukan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah  dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.” Jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabalong, Rowi Rawatianice menjelaskan, kedua Permen LHK yang disosialisasikan merupakan Permen baru penjabaran dari Permen LHK nomor 5 tahun 2013, tentang pedoman pelaksanaan program adiwiyata. Melalui penjabaran kedua Permen baru tersebut, Sekolah dituntut untuk melakukan gerakan PBLHS, sebelum masuk dalam program penghargaan Adiwiyata.

Rowi menambahkan, sosialisasi yang diberikan berupa teknis penilaian sesuai form dalam Permen LHK nomor P-52, mulai dari menilai diri sendiri, hingga evaluasi. Pengisian form dan evaluasi didampingi oleh tim pendamping, dan tim penilai Kabupaten.

 “Hari ini kita melakukan sosialisasi ini karena memang teknis penilaiannya itu sebenarnya mulai dari menilai diri sendiri, jadi sekolah-sekolah yang komitmen terhadap Adiwiyata, dia nanti akan diajari di momen ini akan disosialisasikan bagaimana mengisi form-form yang disediakan P.52 itu dan kemudian melakukan evaluasi sendiri nah dalam melakukan pengisian dan pengevalusian itu nanti akan ada tim Pendamping di Kabupaten, ada tim Penilai juga di Kabupaten, tetapi sebenarnya yang lebih ini penilaian terhadap diri sendiri dulu.” Jelasnya.

Rowi berharap, dengan hadirnya tim Pendamping, penilai, bahkan Pembina, dapat menyamakan persepsi penilaian semua pihak yang mengurus program Adiwiyata dengan perwakilan sekolah. Sehingga Sekolah Adiwiyata yang diusulkan ke tingkat Provinsi, Nasional, hingga mandiri, merupakan Sekolah Adiwiyata terbaik dari Kabupaten Tabalong. (Alfi Syahrin).

Next Post

Segera Lapor SPT Tahunan! Terakhir 31 Maret

Rab Mar 31 , 2021
TVTABALONG – Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tanjung menyediakan Layanan Pojok Pajak di Gedung Sarabakawa Tanjung, sejak 29 hingga 31 Maret 2021. Pelayanan diberikan dari 09.30 pagi hingga jam 3 sore. Selain untuk mempermudah masyarakat, layanan pojok pajak diberikan untuk menghindari kerumunan pelapor pajak selama pandemi di Kantor KPP Pratama Tanjung. […]