Harga Karet Pengaruhi Serapan Pupuk Bersubsidi Tabalong 2021

Tabalong – Secara keseluruhan, penyerahapan pupuk bersubsidi di Tabalong untuk tahun 2021 telah mencapai agka 91 persen. Namun pada beberapa jenis pupuk masih ada yang tidak bisa diserap sesuai target, seperti petroganik yang hanya bisa diserap sebanyak 36,10 persen dan organik cair sebanyak 3,49 persen.

Faktor kondisi cuaca dan bencana alam seperti banjir, diperkirakan menjadi salah satu penyebab serapan beberapa pupuk tersebut rendah. Pasalnya dalam keadaan tersebut, petani tidak bisa menanam komoditas pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong, Mohamad Mugeni, juga menjelaskan harga karet menjadi faktor lain yang mempengaruhi serapan pupuk bersubsidi. Di awal tahun 2021 harga karet masih rendah, sehingga menunrunkan tingkat daya beli petani.

 “capaian alokasi di tahun 2021 yang masih rendah kita telah mengamati di lapangan dan bersama peneliti juga dari provinsi maupun dari universitas yang ada di Kalimantan selatan itu adalah dari pengaruh Sebagian adalah harga karet yang turun sehingga para petani agak sedikit mengurangi pemberian pupuk, karenakan kalau petani membeli pupuk harus ada modal,nah jadi pas harga murah pendapatan sedikit itu hanya cukup untuk makan” Kata Mohamad Mugeni- Kadis KPPTPH Tabalong.

Ia pun berharap agar pertanian di Tabalong pada tahun 2022 ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pasalnya saat ini masih tersedia sebanyak 9 persen pupuk subsidi dan harga pertanian sudah lebih stabil. (Muhammad Arie Arieyadi).

Next Post

Hingga 2021, 13.588 Wirausaha Baru Lahir Di Tabalong

Ming Jan 23 , 2022
Tabalong – Pelatihan tenaga terampil dan wirausaha baru menjadi salah satu fokus misi pemerintah Kabupaten Tabalong. Dari tahun 2014 hingga 2024 Pemkab Tabalong meenargetkan pelatihan bagi 10 ribu wirausaha baru dan tenaga terampil. Yang mana di tahun 2021 telah tercapai melebihi target, yaitu 13.588  tenaga terampil dan wira usaha baru. […]