Harga Cabai Di Tabalong Naik, Tembus Rp 140 Ribu/Kg

TVTABALONG – Dalam beberapa pekan terakhir, harga cabai rawit melonjak tinggi. Dari yang awalnya sekitar 60 hingga 70 ribu Rupiah per kilogram, kini menjadi 120 hingga 140 ribu Rupiah per kilogram.

Para pedagang berasumsi kenaikan harga cabai rawit terjadi lantaran banyaknya cabai gagal panen di tingkat petani, akibat musim hujan. Selain itu, pedagang mengatakan pasokan cabai dari kabupaten hulu sungai tengah juga berkurang, akibat sebagian daerah terendam banjir.

“Gara-garanya rusak kalo anunya, apa itu nih, tanamannya gagal panen”
Kata Pedagang Cabai, Ilin.

Pedagang cabai rawit di Pasar Kapar Kecamatan Murung Pudak, Win, mengatakan kenaikan harga cabai berdampak pada turunnya jumlah pembeli. Sehingga ia menyiasati untuk mengurangi jumlah cabai yang ia jual, untuk menghindari kerugian.

“Berkurang, berkurang separo soalnya kan kita biasa membeli 10 kg, 15 kg habis 1 hari, sedangkan sekarang 10 kg bisa 3 hari dijualnya, karena apa, orang beli lombok gak berani banyak-banyak, mana larang, mana banyak yang lainnya yang dibeli-beli”  Kata Pedagang Cabai, Win.

Win berharap, harga cabai kembali stabil, agar penjualan berjalan normal. Sehingga baik petani, pedagang, maupun pembeli sama-sama diuntungkan. (Maria Ulfa).

Next Post

Siasati Kenaikan Harga Cabai, Pedagang Ayam Geprek Lakukan ini...

Sen Apr 5 , 2021
TVTABALONG – Dalam sebulan terakhir cabai rawit tak kunjung mengalami penurunan harga. Harga masih bertahan antara 120 hingga 140 ribu per kilogram. Hal ini membuat pengusaha makanan, yang mengandalkan banyak cabai, harus menyiasati agar tidak mengalami kerugian. Salah satunya seperti pengusaha warung makan ayam geprek di Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan […]