Film Nan Sarunai Resmi Dilaunching Bupati Tabalong

Tabalong – Pemutaran perdana film nan sarunai dibuka oleh Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani. Bupati Anang mengatakan, film yang dibuat hanya sebagian kecil dari sejarah panjang kerajaan nan sarunai, sehingga ia berharap jejak sejarah ini dapat diperdalam lagi kedepannya.

Pada kesempatan ini, Bupati Anang juga menceritakan, garis besar perjalanan kerajaan nan sarunai dari berbagai sumber literasi. Meski memiliki versi cerita berbeda-beda, namun tetap bermuara di satu titik yang menunjukkan bahwa pernah ada masa kejayaan kerajaan besar selama ratusan tahun, yang berpusat di Bumi Sarabakawa.

 “Jadi kalo kita ingin membangun Tabalong ini menjadi Tabalong yang besar, itu bukan khalayan karena sebelumnya Tabalong sudah besar. Nah ini poin ini yang penting bagi saya, nah oleh sebab itu kita harus yakin, kita harus optimis ya Tabalong ini harus bisa kita bangun lebih baik, paling tidak kita mengembalikan kejayaan Tabalong pada saat Kerajaan Nan Sarunai.” Kata Anang Syakhfiani, Bupati Tabalong.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong, Masdulhak Abdi menuturkan, banyaknya sumber literasi sejarah nan sarunai mungkin akan menimbulkan perdebatan di kalangan penonton. Namun yang terpenting ialah pembuatan film nan sarunai, diharapkan membangkitkan dan memperkaya pelestarian seni Budaya Tabalong.

 “Ya seperti yang saya sebutkan tadi ya, ini adalah titik awal, jadi kita hanya memantik kawan-kawan. Kita berharap para seniman, budiyawan, penggiat seni di Tabalong bisa lebih bersemangat ya dengan ini bisa mengikuti. Mungkin banyak hal-hal yang bisa kita garap, film sejarah, film apa saja yang bisa membangkitkan dan memperkaya pelestarian seni budaya kita semua.” Kata Masdulhak Abdi, Kabid Kebudayaan Disdikbud Tabalong.

Masdulhak Abdi menceritakan, penggarapan film fiksi yang mengandung nilai sejarah nan sarunai berlangsung selama tiga bulan, dengan menggunakan dana APBD sekitar 190 juta rupiah. Ia juga menceritakan, proses terpanjang penggarapan film ini ialah pembuatan naskah. Pasalnya film yang diadaptasi dari novel berjudul the last nan sarunai – gumi ngamang talam karya sri naida, dilengkapi lagi dengan penggalian data, diskusi, hingga mediasi bersama insan budayawan dan seniman Tabalong, yang berlangsung lebih dari satu tahun. (Alfi Syahrin).

Next Post

Mengenal Pemeran Utama Film Nan Sarunai

Rab Jan 19 , 2022
Tabalong – Pembuatan film nan sarunai yang berlangsung selama tiga bulan, melibatkan 80 pemain dan kru film, serta enam lokasi titik pengambilan gambar. Berikut tanggapan para pemeran utama mengenai pembuatan film ini, mulai dari pra-produksi hingga pasca-produksi.