Edukasi Pencegahan Stunting Jadi Materi Utama Pelatihan Kader Posyandu

Tabalong – Percepatan pencegahan stunting pada seribu hari kehidupan pertama, menjadi agenda nasional yang diturunkan ke setiap daerah, baik di tingkat provinsi hingga kabupaten. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan Tabalong pun meningkatkan kapasitas kader posyandu, terkait pentingnya memenuhi nutrisi pada seribu hari pertama kehidupan.

Dalam kegiatan ini, para kader diberikan pemahaman terkait pentingnya 1000 hari pertama kehidupan dalam mencegah stunting, atau gagal tumbuh pada anak. Seribu hari eprtama kehidupan dihitung mulai dari kandungan, hingga anak berusia dua tahun.

“Untuk pencegahan stanting dilakukan di 1000 HPK setelan 2 tahun untuk pencegahan stanting y tidak dapat dilakukan lagi jadi kita bisa melakukan koordinasi jadi kita terlibat dalam tim HP2S di Kabupaten Tabalong dimana Dinas Kesehatan Kabupaten tabalong juga ikut menjadi anggota dalam salah satu  tim itu.” Kata Catur

Melalui peningkatan kapasitas ini, para kader diharapkan dapat memberikan pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya seribu hpk. Sehingga masyarakat memahami dan dapat memenuhi kebutuhan nutri anak untuk mencegah stunting.

“Ya ilmunya lah bu cara memerah susu segala macam ai supaya makan tuh nah orang tuh kita bisa memberikan penjelasan kemasyarakat jangan makan cecapan tarus bila habis melahirkan suruh makan yan yang bergizi daging atau apakah.” Ujar Nurul

Pada masa pandemi covid 19 seperti saat ini, para kader posyandu diharapkan mengikuti protokol kesehatan saat melakukan segala kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. (Munawarah)

Next Post

Pelayanan Posyandu Akan Kembali Diaktifkan, Ini Syaratnya….

Rab Jun 17 , 2020
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Tabalong – Dinas Kesehatan Tabalong buka layanan posyandu, meski pandemi covid-19 belum berakhir. Hal ini disampaikan dalam kehiatan peningkatan kapasitas kader posyandu, pada 10 juni 2020 di tabjung. Pasalnya pelaksanaan posyandu dinilai penting dalam memberikan layanan kesehatan […]
error: