Dinkes Tabalong Tarik Peredaran Obat Ranitidin

TVTABALONG – Badan Pemeriksan Obat dan Makanan (BPOM) , pada 4 Oktober 2019 merilis perintah penarikan obat yang mengandung ranitidin. Kandungan obat tersebut dinyakan dapat memicu penyakit kanker. Menandaklanjuti edaran tersebut, Dinas Kesehatan Tabalong, mengaku telah menarik edaran obat yang mengandung ranitidin dari semua fasilitas kesehatan di Tabalong, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, dr Taufiqurrahman Hamdie menjelaskan, penggunaan obat pengendali asam lambung tersebut, akan dialihkan ke berbagai jenis obat lain yang tidak mengandung zat ranitidin.

“sejenis ranitidine yang digunakan pada penderita maag, mengandung zat yang disinyalir memicu kanker”jelasnya

“berhitung dari asas manfaat maupun akibatnya, maka BPOM untuk sementara menarik obat tersebut. Untuk kami dianjurkan untuk tidak lagi menggunakan obat itu, dan kami akan menggunakan obat alternatif yang lain untuk jenis obat yang diterapi dengan obat tersebut”tambah Taufiq

Ditariknya produksi dan perendaran obat mengandung ranitidin, berawal dari temuan US Food and Drug Administration (USFDA) dan European Medicine Agency (EMA) pada 13 September lalu, yang mengeluarkan peringatan tentang temuan cemaran, n-nitrosodimethilamine, atau NDMA, yang lazimnya dikonsumsi 96 nanogram perhari. Jika dikonsumsi terus-menerus dalam waktu lama akan beralih fungsi menjadi karsinogenik atau memicu kanker.

Purnamasari

Next Post

Banggar DPRD Akan Setujui Usulan DLH Tambah Tempat Sampah Fiberglass

Jum Okt 18 , 2019
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email TVTABALONG – DPRD Tabalong melalui Badan Anggaran, melaksanakan rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup pada Selasa (15/10/2019) lalu. Rapat kerja membahas Rancangan Peraturan Daerah APBD DLH, Tahun Anggaran 2020. Dalam pembahasan ini, DLH Tabalong mengusulkan adanya penambahan […]
error: