Dinas PUPR Kembangkan Jaringan Perpipaan SPAM Perkotaan Tanjung – Mabuun Hingga 7,5 Kilometer

Tabalong – Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Tabalong, mulai mengerjakan pengembangan jaringan perpipaan sistem penyediaan air minum, atau spam perkotaan Tanjung – Mabuun. Perpanjangan jaringan perpipaan dilakukan di jalan tanjung baru depan islamic center, pada selasa 22 September 2020. Jaringan utama perpipaan spam ini dimulai dari jalan depan islamic center, hingga guru danau.

Pengembangan jaringan perpipaan spam menggunakan anggaran sebesar 10,7 milyar rupiah, yang bersumber dari dana cadangan dak air minum.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Tabalong, Slamet Riyadi menjelaskan, jaringan perpipaan spam akan mendistribusikan air dari IKK Belimbing yang memiliki kapasitas 100 liter per detik. Sehingga dapat memenuhi suplai air bersih bagi masyarakat wilayah mabuun sampai ke maburai.

“Pipa distribusi ini nanti dilayani dari ikk belimbing yang sekarang kapasitasnya itu sudah sangat besar karena tahun tadi ditambah 100 liter per detik sehingga dimungkinkan suplai air bersih yang akan datang itu bisa memenuhi masyarakat di wilayah mabuun bahkan sampai maburai, dan wabil khusus untuk pipa ke jaringan air bersih ke rumah sakit.” Kata Slamet Riyadi.

Pengembangan jaringan perpipaan spam yang dipasang dinas PUPR Tabalong lebih dari 7,5 kilometer, terdiri dari pipa berukuran 10 inchi sepanjang 277 meter, pipa 8 inchi 3 kilometer, pipa 4 inchi 6 koma 3 kilometer, pipa 2 inchi 8 kilometer. Serta pipa saluran rumah gratis bagi 200 masyarakat berpenghasilan rendah. (Alfi)

Next Post

Tingkatkan Produksi Hortikultura, Dinastan Berikan Pelatihan Budidaya Bawang Merah & Cabai Secara Organik

Sel Sep 29 , 2020
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Tabalong – Dinas Pertanian Tabalong, berikan pelatihan budidaya bawang merah dan cabai secara organik serta penanganan pasca panen, kepada 10 kelompok tani di wilayah utara taalong. Pelatihan dipusatkan di balai penyuluh pertanian Desa Ribang Kecamatan Muara uya […]
error: