Desember, Tanjung Inflasi 0,05 Persen

TVTABALONG – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Tabalong, bulan desember 2019 yang bertepatan dengan momen natal dan tahun baru, menyebabkan kota Tanjung mengalami inflasi. Inflasi terjadi sebesar 0,05 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,73 pada bulan November 2019, menjadi 136,80 pada bulan desember 2019.  

Inflasi Desember 2019 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi selama bulan desember 2019, seperti ikan nila, telur ayam ras, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, dan ikan mas.

Kepala Badan Pusat Statistik Tabalong, Tri Agus Budi Prihanto mengatakan, meski terjadi inflasi di bulan Desember 2019, namun kenaikan tidak begitu tinggi. Karena pada bulan november 2019 yang bertepatan dengan bulan maulid telah mengalami inflasi sebesar 0,97 persen.

“inflasi di bulan Desember ini kecil, yakni 0,05 persen. Ini berkaitan dengan adanya peringatan hari besar Maulid Nabi. Pada bulan November kemarin,  Kota Tanjung mengalami inflasi cukup tinggi yakni 0,097 persen” kata Tri Agus

“Kemudian mengkait ke Desember-nya, walaupun sudah mendekati Natal dan Tahun Baru karena harga-harga sudah naik di bulan sebumnya, makanya harga di bulan Desember itu kenaikannya tidak signifikan yakni 0,05 persen” jelasnya lagi

Meski pada bulan desember 2019 Kota Tanjung mengalami inflasi, namun ada juga komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi. Yakni daging ayam ras, kacang panjang, beras, cabai merah dan ketimun.(Sherly)

Next Post

Desember, Tanjung Posisi Terendah Dari 9 Kota Penghitung Inflasi di Kalimantan

Jum Jan 10 , 2020
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email TVTABALONG – Bulan Desember 2019 yang bertepatan dengan momen Natal dan tahun baru, Kota Tanjung mengalami inflasi atau terjadi kenaikan harga sebesar 0,05 persen. berdasarkan data Badan Pusat Statistik Tabalong, dari 9 kota penghitung inflasi se Kalimantan, […]
error: