Bentuk Transparansi Data, Begini Cara Desa Kapar Validasi & Tetapkan Penerima BLT Desa

Tabalong – Aparatur Pemerintah Desa Kapar bersama dengan para Ketua RT setempat dan pihak terkait mengadakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), pada 14 Mei 2020. Musdesus membahas mengenai validasi dan penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa tahun anggaran 2020 di Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak.

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Tabalong No. B.134 Tahun
2020 dan Permendes No. 6 Tahun 2020, penerima BLT adalah masyarakat miskin terdampak
pandemi covid-19. Adapun kriteria penerima BLT desa adalah keluarga miskin di
desa yang kehilangan mata pencaharian dan mempunyai anggota keluarga yang
rentan sakit menahun/kronis, serta belum terdata sebagai penerima Program
Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial
Tunai (BST).

Dana yang dialokasikan untuk BLT maksimal 30 persen, dari total dana Desa Kapar sebesar 800 juta rupiah. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka penerima BLT Desa Kapar dialokasikan bagi 144 keluarga penerima manfaat, dengan besaran 600 ribu rupiah per bulan, selama tiga bulan kedepan.

“Jadi kita tadi sistemnya kan kita bahas RT per RT, orang
per orang, artinya apakah orang tersebut memang mencukupi syarat, memang memenuhi
syarat untuk mendapatkan BLT ini. Dan memang tadi ada beberapa perubahan yang
ternyata sebagian ada yang masuk di data BST terbaru, itu kita keluarkan dan digantikan
oleh yang baru warga yang baru .” Kata Mainar Eka

Kepala Desa Kapar, Markuni, mengatakan musdesus sebagai
sarana transparasi calon penerima BLT desa, dimana pendataan sebelumnya telah
dilakukan di setiap RT, lalu divalidasi dan ditetapkan dalam musdesus, sehingga
penerima BLT desa tepat sasaran. Ia berharap dengan adanya BLT dapat memberikan
kesejahteraan kepada penerima bantuan, di tengah pandemi covid nineteen.

 “Dengan diadakannya
musyawarah desa ini, segala BLT yang akan disalurkan bisa bermanfaat dan sesuai
dengan beberapa kriteria yang termasuk untuk mendapatkan BLT. Dengan harapan masyarakat
bisa sejahtera dengan terdampaknya covid-19 ini.” Kata Markuni

Desa kapar terbagi dalam 15 RT, rata-rata sebanyak sembilan hingga sepuluh orang di setiap RT yang mendapatkan BLT. Selanjutnya monitoring dan evaluasi penyaluran BLT dilaksanakan oleh Badan Pemusyawaratan Desa, atau BPD, Camat, dan Inspektorat Kabupaten. Apabila kondisi ekonomi penerima BLT mulai membaik, atau penerima BLT termasuk penerima BST di bulan berikutnya, maka penerima tersebut akan digantikan dengan yang lain. (Alfi)

Next Post

Kukuhkan Tim Optimalisasi Pajak, Anang Minta Tim Bekerja Optimal

Rab Mei 20 , 2020
Tabalong – Bupati Tabalong Anang Syakhfiani, mengukuhkan tim optimalisasi dan yustisi pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah Kabupaten Tabalong tahun Anggaran 2020. Pengukuhan juga dilakukan pada tim Intensifikasi Dan Ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tabalong tahun anggaran 2020. Berbeda dari sebelumnya, pengukuhan tim dilakukan melalui video conference, pada 14 mei […]