Begini Cara Olah Sayuran Agar Nutrisinya Tetap Terjaga…

TABALONG – Sayuran menjadi sumber nutrisi penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia, karena mengandung banyak nutrisi dan berbagai vitamin. Namun seringkali kita tidak memperhatikan proses pengolahan atau proses memasak sayuran, sehingga menyebabkan kandungan nutrisinya rusak atau hilang.

Untuk mendapat nutrisi yang maksimal, pengolahan sayur harusnya melalui proses yang tepat. Ahli gizi, Catur Yudha Murtopo menjelaskan, proses pengolahan sayur dimulai dari proses memotong dan mencuci. Sayuran sebaiknya dicuci terlebih dahulu kemudian dipotong, agar tak banyak nutrisi yang larut bersama air.

Selain itu potongan sayur hendaknya dalam ukuran yang agak besar agar nutrisinya tidak mudah larut. Dalam proses memasak sayuran pun tidak boleh dilakukan lama. Cara memasak sayur yang paling direkomendasikan adalah dengan cara dikukus.

 “sebelum diolah kita cuci bersih dulu sayurnya tadi terutama kita potong dulu bagian yang pakai batang dan daun, nah kalau bagian bagian umbi berarti kita cuci bersih kemudian baru kita potong-potong dengan ukuran yang agak besar dibandingkan yang kecil supaya vitamin nya tidak mudah ikut larut dalam proses pemasakan, setelah dicuci dengan air mengalir baru dipotong dengan ukuran besar baru kita sesuaikan dengan metode masak yang mana, yang direkomendasikan memang dengan mengukus” kata Catur Yudha Murtopo- Kasi Kesejahteraan Keluarga & Gizi Dinskes Tabalong.

Beberapa jenis sayuran yang bisa direbus diantaranya kentangd an wortel. Jika direbus, maka vitamin yang larut dalam air masih bisa digunakan untuk dikonsumsi. Namun dengan anjuran merebus sayuran tidak terlalu lama, cukup 3 sampai 5 menit dalam air yang sudah mendidih. (M. Arie Arieyadi)

Next Post

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RSHBK Maburai Belum Terima Pasien Luar Daerah

Jum Sep 24 , 2021
TABALONG – Meski saat ini pasien covid-19 yang dirawat di RSUD Badaruddin Kasim mulai berkurang, namun pihak manajemen rumah sakit masih memberlakukan aturan tidak menerima pasien rujukan dari luar daerah, terutama yang memerlukan terapi oksigen. Kebijakan ini merupakan bentuk kesiapan pihak RSUD jika kembali terjadi lonjakan covid-19, dengan prioritas warga […]