Inovasi Petani Padi Tingkatkan Hasil Produksi

Wilayah Selatan Kabupaten Tabalong Lebih Tepatnya Di Kecamatan Kelua Dan Pugaan, Merupakan Daerah Lumbung Pangan Padi. Yang Mana Sebagian Besar Petani Nya Memanfaatkan Lahan Tadah Hujan Dan Lebak Sebagai Mata Pencaharian Utama.

Sementara Untuk Produksi Padi Yang Dihasilkan Para Petani Dinilai Masih Belum Maksimal, Salah Satu Masalahnya Ialah Para Petani Yang Belum Berubah Pola Teknik Tanam. Dimana, Petani Kebanyakan Masih Menggunkan Sistem Tanam Tegel, Dengan Hasil Padi Kering Giling 8 Sampai 10 Blek Per Borong.

Melihat Dari Minim Nya Produksi Padi Di Wilayah Selatan Tabalong, Salah Seorang Petani Dari Desa Takulat Kecamatan Kelua Yakni Rahmadi Memilih Untuk Menjadi Seorang Petani Padi.

Rahmadi Menjadi Petani Sejak 8 Tahun Silam, Hal Itu Juga Didasari Karena Keprihatinan Nya Terhadap Minimnya Generasi Petani.

Agar Padi Yang Dihasilkan Dapat Maksimal Pemuda Berusia 38 Tahun Ini Memberanikan Diri Untuk Mengubah Pola Teknik Tanam Padi Milik Nya. Yakni Menggunakan Teknik Tanam Jajar Legowo, Benih Tua, Hingga Tanam SRI.

Next Post

ECO ENZYME, Cairan Serbaguna

Sab Jun 19 , 2021
Sampah organik bisa diolah menjadi Eco Enzyme, seperti yang saat ini tengah ditekuni oleh Arlena, salah seorang penyuluh pertanian madya wilayah kerja Jangkung, Tanjung dan Agung. Arlena juga aktif mengkampanyekan manfaat cairan ini kepada kelompok tani binannya